Human Interest


Human Interest adalah karya foto yang mampu menggambarkan suka duka perjalanan hidup manusia. Ketika sebuah karya foto bisa mewakili perasaan kemanusiaan pada diri orang yang melihatnya maka karya foto tersebut dapat dikelompokkan kedalam foto Human Interest.Secara umum perasaan humanistis adalah perasaan yang secara universal melekat pada setiap insan manusia. Setiap manusia bisa merasa lucu ketika melihat suatu obyek yang menggelitik. Pada saat yang lain, seseorang bisa merasa haru biru ketika menyaksikan keadaan yang menggugat rasa keadilan pada dirinya. Manakala kita menjumpai kejadian yang memberatkan emosi kita seringkali kita merasa iba. Perasaan lucu, iba, sedih, senang, dan suasana emosional yang lain merupakan perasaan manusiawi yang melekat pada diri setiap orang. Foto Human Interest adalah karya foto yang mampu menggugah perasaah tersebut. Keadaan ataupun kondisi yang bisa dijadikan sebagai obyek foto Human Interest akan sangat beragam. Namun begitu pada umumnya foto Human Interest menggunakan obyek foto yang didalamnya menyertakan keberadaan sosok manusia. Hal tersebut merupakan keadaan yang lumrah, karena perasaan kemanusiaan seseorang akan lebih mudah tergugah ketika menyaksikan keadaan atau kondisi yang secara mudah memunculkan empati. Kita akan lebih mudah berempati pada kondisi-kondisi dimana sosok kita sebagai manusia ada didalamnya.


komposisi fotografi

 Tujuan Mengatur Komposisi Dalam Fotografi
1.    Dengan mengatur komposisi foto, kita juga dapat membangun “mood” suatu foto dan keseimbangan keseluruhan objek foto.2.    Menyusun perwujudan ide menjadi sebuah penyusunan gambar yang baik sehingga terwujud sebuah kesatuan (unity) dalam karya.3.    Melatih kepekaan mata untuk menangkap berbagai unsur dan mengasah rasa estetik dalam pribadi pemotret.Jenis-Jenis Komposisi :

  Garis 

Komposisi ini terbentuk dari pengemasan garis secara dinamis baik garis lurus, melingkar / melengkung. Biasanya komposisi ini bisa menimbulkan kesan kedalaman dan kesan gerak pada sebuah objek foto. Ketika garis-garis itu digunakan sebagai subjek, yang terjadi adalah foto menjadi menarik perhatian. Tidak penting apakah garis itu lurus, melingkar atau melengkung, membawa mata keluar dari gambar. Yang penting garis-garis itu menjadi dinamis.

   Bentuk

Komposisi ini biasanya dipakai fotografer untuk memberikan penekanan secara visual kualitas abstrak terhadap sebuah objek foto. Biasanya bentuk yang paling sering dijadikan sebagai komposisi adalah kotak dan lingkaran.

Warna
Warna memberikan sebuah kesan yang elegan dan dinamis pada sebuah foto apabila dikomposisikan dengan baik. Kadang kala komposisi warna dapat pula memberikan kesan anggun serta mampu dengan sempurna memunculkan “mood color” (keserasian warna) sebuah foto terutama pada foto – foto “pictorial” (Foto yang menonjolkan unsur keindahan)

Gelap dan Terang

Komposisi ini sebenarnya dipakai oleh fotografer pada era fotografi analog masih berkembang pesat terutama pada pemotretan hitam putih. Namun, sekarang ini, ditengah – tengah era digital komposisi ini mulai diterapkan kembali. Kini pengkomposisian gelap dan terang digunakan sebagai penekanan visualitas sebuah objek. Kita dapat menggunakan komposisi ini dengan baik apabila kita mampu memperhatikan kontras sebuah objek dan harus memperhatikan lingkungan sekitar objek yang dirasa mengganggu yang sekiranya menjadikan permainan gelap terang sebuah foto akan hilang.

Tekstur

yaitu tatanan yang memberikan ksan tentang keadaan prmukaan suatu benda (halus, kasar, beraturan, tidak beraturan, tajam, lembut,dsb). Tekstur akan tampak dari gelap terang atau bayangan dan kontras yang timbul dari pencahayaan pada saat pemotretan.

C.  Penerapan kompsisi dalam fotografi serta contoh gambarnya

Dalam pengemasan sebuah foto agar terkesan dinamis dan menimbulkan keserasian perlu sebuah pemahaman tentang kaidah – kaidah tentang komposisi. Yang antara lain:

-        Rule of Thirds  (Sepertiga bidang)
Pada aturan umum fotografi, bidang foto sebenarnya dibagi menjadi 9 bagian yang sama. Sepertiga bagian adalah teknik dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto. Hal ini sangat berbeda dengan yang umum dilakukan dimana kita selalu menempatkan objek di tengah-tengah bidang foto


                                        

   Penempatan Point of Interest (POI) Objek

Point of Interest (POI) dapat ditempatkan dengan dua cara yakni dengan the rule of third danthe golden section. Perlu diingat bahwa dalam fotografi tidak ada aturan yang sangatrigid/kaku dalam mengatur komposisi. Baik the rule of third maupun the golden section hanya memberikan panduan dasar saja dan bukan merupakan keharusan anda dalam mengatur komposisi gambar.



     Garis
Garis adalah batas terluar bentuk benda (shape-line atau outline). Karena itu dalam komposisi garis merupakan elemen penting, yang fungsinya antara lain menegaskan keberadaan sebuah subyek dalam bidang gambar


   Warna dingin

Warna dingin, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu. Warna ini menjadi simbol kelembutan, sejuk, nyaman dsb. Warna dingin mengesankan jarak yang jauh.





-        Warna panas

Warna panas, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning. Warna ini menjadi simbol, riang, semangat, marah dsb. Warna panas mengesankan jarak yang dekat.



Tekstur 

tekstur memberikan gambar permukaan dari obyek-obyek yang kita foto, baik benda mati maupun hidup, ada yang kasar, licin, halus, abrasive dan lainnya. Dengan memperlihatkan tekstur memberikan kesan bagaimana perabaan benda tersebut dan juga memperkuat kesan realism foto tersebut


-        Ritme / repetisi

Komposisi yang menganut prinsip repetisi mengacu pada bentuk yang muncul berulang-ulang, seperti pola dan tekstur yang mempunyai bentuk sama dan mengalami perulangan. Kekuatan komposisi ini akan tergantung pada pencahayaan yang ada. Semakin keras cahayanya, semakin kontras dan nampak detailnya.      Repetisi dan paduan elemen garis, bentuk yang berulang-ulang yang harmonis akan membentuk irama. Perpaduan yang baik ini cukup sulit jika fotografer tidak peka dengan setiap bentuk baik cahaya, garis, benda dan warna di sekitarnya. Perubahan posisi, arah cahaya, ruang tajam dan lain-lain akan sangat berdampak pada hasil foto. 


-        Bingkai/ frame

            Konsep bingkai jika digunakan oleh fotografer akan menuntun mata penikmat foto ke objek yang paling menarik. Objek yang bisa digunakan sebagai bingkai antara lain jendel, pintu, bunga, daun dan sebagainya. Frame tidak harus memiliki bentuk geometris sempurna.

            Ukuran bingkai bisa bermacam-macam dan kita sebagai fotografer bisa memutuskan seberapa dominan bingkai tersebut. Bingkai terkadang juga dipergunakan untuk memberkan tambahan informasi tentang objek, sekeliling objek serta lingkungan yang digunakan saat pengambilan gambar.
            Saat mengkomposisikan foto dengan prinsip bingkai, perhatikan pencahayaan antara bingkai dengan objek foto utamanya. Bila tidak sama, maka salah satunya akan lebih gelap daripada yang lain. Jika hal tersebut terjadi mak diperlukan pencahayaan buatan.

Garis Diagonal
     Dibanding garis horisontal dan vertikal, garis diagonal bersifat lebih dinamis. Garis ini memberi nafas dalam komposisi sehingga kesannya lebih hidup. Saat anda mengeksploitasi garis diagonal secara tepat dalam foto anda akan mendapatkan foto yang sangat menarik dan menyedot mata. Gunakan garis diagonal dengan menariknya dari satu sisi ke sisi yang berseberangan





Prinsip komposisi digunakan agar foto tampak lebih hidup dan tidak   membosankan.
         Komposisi membuat objek yang kita foto tampak 3 dimensi.Komposisi membantu kita mengabaikan objek-objek yang tidak teratur dan memaksa kita memburu momen-momen yang lebih menarik sesuai dengan kaidah-kaidah komposisi yang berlaku.
 Aturan komposisi yang paling umum adalah rule of thirds. Ada 5 prinsip komposisi yang biasa dipakai adalah perspektif, rule of thirds, garis , repetisi, dan skala/ proporsi.
           Prinsip komposisi lain adalah warna, statis, piramida, segitiga, dinamis, keseimbangan dinamis, bentuk/rupa, tekstur, pengalihan pandangan, pembekuan/freeze.




fotografi


FOTOGRAFI
Photos
Graphos/Grapein
Fotografi  = melukis dengan cahaya
atau proses pembuatan gambar dengan cahaya
Fotografi merupakan suatu proses untuk mendapatkan representasi yang akurat (benar dan tepat) dari objek dengan menggunakan reaksi kimia antara sinar serta berbagai macam energi yang memancar pada permukaan yang sudah dipersiapkan secara kimiawi
Dengan ditemukannya fotografi seolah-olah mengancam kehidupan para pelukis realis dan naturalis yang memiliki tujuan sama, yaitu representasi realistis dari kehidupan sehari-hari. Bahkan seorang pelukis bernama Paul Delaroche mengatakan
” from today, painting is dead
Reaksi penolakan dengan alasan agama yang seperti tertulis dalam Leipziger Stadtanzeiger
” Tuhan menciptakan manusia dalam citra-Nya sendiri, dan tidak satu pun mesin buatan manusia akan menyempurnakan citra Tuhan”
PRINSIP FOTOGRAFI :
ilmuwan Cina bernama Mo Ti yang menyebutkan bila seberkas cahaya yang memancar dari suatu benda diloloskan melalui sebuah lubang kecil ke dalam sebuah ruangan yang gelap, maka bayangan benda tadi akan diproyeksikan sesuai dengan bentuk aslinya secara terbalik.
Aristoteles menyatakan pada hakikatnya prinsip-prinsip dasar yang digunakan dalam fotografi bertumpu pada dua ilmu yaitu ilmu fisika dan ilmu kimia.
ILMU FISIKA
observasi terhadap sinar yang memancar dari suatu objek yang menembus masuk melalui lubang kecil (pinhole) ke dalam ruang gelap akan menghasilkan bayangan dari benda objek tadi secara terbalik serta tepat sesuai dengan aslinya.
Dari sinilah ditemukan apa yang disebut dengan camera obscura yang berarti “ kamar gelap ” (camera=kamar, obscura=gelap).
Penemuan camera obscura ini tidak lepas dari tokoh-tokoh Renaissance :
Leonardo Da Vinci dan Giovanni Battista della Porta
ILMU KIMIA
pada tahun 1725 terjadi suatu sinergi dengan fotografi yang ditandai dengan penelitian Johan Heinrich Schulze tentang proses kimiawi dengan menggelapkan larutan garam perak dengan bantuan sinar atau cahaya.
Penemuan tersebut terus dikembangkan dan disempurnakan yang menghasilkan film yaitu suatu medium yang peka cahaya  dalam proses perekaman  suatu objek sebagai upaya penciptaan imaji fotografi.
Tahun 1925 kamera 35mm pertama, keluar dari pabrik Leica di Jerman.
Kodak kembali menyusul dengan memperkenalkan film berwarna pada tahun 1935.
Tahun 1947 diluncurkan foto langsung jadi Polaroid.
Tahun 1996 kamera digital mulai dijual ke pasar.
Uraian tersebut di atas merupakan latar belakang singkat perjalanan sejarah dan lahirnya fotografi yang melalui berbagai tahapan signifikan secara evolusif maupun revolusif. 

Sejarah Fotografi Di INDONESIA


Kassian Cephas, orang Jawa kelahiran Yogyakarta, 15 Januari 1845, oleh banyak pihak diakui sebagai fotografer pertama Indonesia.
Kassian Chepas yang tinggal dan punya studio di Yogyakarta juga merupakan "pemotret resmi" Kraton Yogyakarta. Selain memotret kalangan elite, Kassian Chepas juga banyak memotret candi dan bangunan bersejarah lainnya terutama yang ada di sekitar Yogyakarta.
Koen Soelistijo, salah satu seorang fotografer Indonesia pada masa penjajahan dengan berbagai kenangan foto-foto yang sangat berharga bagi dirinya, tetapi ternyata juga meninggalkan banyak jejak  tentang masa perjuangan bangsa Indonesia dan keluarganya secara visual.
Frans Mendur, satu-satunya fotografer yang mendokumentasikan peristiwa pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 jam 10 pagi di Pegangsaan Timur oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Hanya ada tiga adegan penting yang diabadikan. Pertama, adegan waktu Bung Karno membacakan teks proklamasi. Kedua, sebagian dari orang-orang yang hadir. Dan, ketiga, adegan waktu acara penaikan bendera Sang Saka Merah Putih. 
Perkembangan fotografi di Indonesia bermula dari masa penjajahan dan Para Fotografer pada zaman "VOC" bukan dari kalangan awam kebanyakan mereka (orang Indonesia) berasal dari kalangan kelas menengah dan pernah belajar di sekolah-sekolah didikan Hindia-Belanda serta banyak fotografer Indonesia yang berdarah atau keturunan Belanda.
Karya-karya para fotografer Indonesia banyak pada momen sejarah yang terjadi di Indonesia.
Karya-karya foto mereka yang menjadi saksi bisu dalam buku-buku sejarah SMP khususnya yang banyak memuat foto-foto yang berkenaan dengan perang & detik-detik proklamasi kemerdekaan.
 Perkembangan Fotografi
Pertengahan abad XIX hingga menjelang abad XX merupakan masa pengembangan fotografi yang sangat signifikan dalam bentuk dan proses penciptaannya.
Pengembangan bentuk di bidang fotografi :
1. perkembangan kamera dari camera obscura hingga kamera SLR (Single Lens Reflector)
2. aplikasi penemuan lensa
3. penemuan negatif film yang terus disempurnakan sehingga memungkinkan orang memiliki dan memotret dengan mudah.
Di sisi lain perkembangan fotografi juga telah memberikan berbagai kemungkinan ‘kultural’ bagi manusia untuk menciptakan bentuk seni yang tidak mungkin dilakukan sebelumnya.
Bermacam jenis bentuk dan gaya atau aliran dalam fotografi seperti yang di pelopori oleh seorang fotografer di era Victorian, H.P. Robinson dengan penemuannya berupa multiple print di mana pada masa tersebut sempat menghebohkan karena citra foto yang begitu dekat dengan kenyataan yang kemudian gaya foto tersebut menjadi era ilustratif fotografi yang mengarah pada “gerakan senirupa abad 19”. Kemudian lahir dan berkembang gaya dan aliran lainnya seiring dengan perkembangan jamannya  karena dengan jenis gaya dan aliran dalam fotografi akan mencerminkan pribadi fotografernya.Seperti hal tersebut di bawah ini mengenai jenis-jenis  dalam fotografi terdapat lima kualitas yang unik menurut John Szarko wsky, yaitu:
1. The thing it self, fotografi yang berkaitan dengan hal-hal aktual
2. The detail, fotografi yang menampilkan pada hal-hal yang tampak pada suatu benda
3. The frame, hasil karya fotografi yang terseleksi, bukan dirangcang terlebih dahulu
4. Time, fotografi hasil karya pengabadian waktu dan menjelaskan secara khusus tentang perjalanan waktu
5. Vantage point, fotografi yang memberikan kita berbagai cara pandang yang baru terhadap dunia kita
Selain itu, klasifikasi juga dilakukan oleh Gretchen Garner dengan menawarkan enam jenis kategori, yaitu:
1. Time suspended, fotografi adalah saksi waktu dan merekam pribadi
2. A wider world, fotografi menunjukkan berbagai bagian dunia yang eksotik, tersembunyi dan tempat-tempat yang jauh
3. Famous faces, melalui fotografi kita akan lebih mengenal orang-orang terkenal
4. Minute detail, kejelasan optis telah memberikan kesempatan untuk menikmati kekayaan berbagai tekstur yang ada di dunia
5. Private theater, kamera adalah alat yang mendekatkan mimpi-mimpi fotografer
6. Pictorial effect, bentuk,
Kepesatan perkembangan fotografi di dunia, tidak dapat dipungkiri kalau fotografi sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
 warna dan tekstur telah terciptakan melalui fotografi
Dalam fotografi sebuah kamera bukan hanya sebagai alat dokumentasi, alat untuk “mengabadikan“ suatu peristiwa melainkan juga mampu menciptakan sesuatu yang baru, suatu karya fotografi yang mempunyai nilai seni. Maka fotografi dari awal ditemukan hingga revolusinya yang semakin canggih dalam memenuhi kebutuhan dapat sebagai alat bantu dalam upaya menciptakan imaji-imaji seni visual melalui  gagasan, obyek, kreatifitas dan teknologi.  

Photographer ???

apa yang kalian ketahui tentang fotografer???
banyak orang mengatakan jikalau sudah memegang kamera terutama kamera DSLR sudah bisa di katakan fotografer, ataupun banyak kumpulan kumpulan seperti komunitas foto juga sudah banyak kita temukan apakah mereka sudah bisa di bilang fotografer??? dan apakah yang lulusan pasca sarjananya di jurusan fotografi bisa di sebut dengan fotografer??? dan yang trahir mereka yang pengajar pengajar di bidang fotografi apakah bisa disebut mreka ialah seorang fotografer???
menurut saya peribadi jawabannya semuanya belum tentu, menurut saya yang bisa disebut dengan fotografer ialah mereka yang menciptakan sebuah karya karya yang femomenal dan karya karya yang mampu membuat orang orang terkagum dengan hasil karyanya dan dari orang orang itu  juga yang  menyebutnya ia adalah seorang fotografer yang layak untuk di sebut fotografer, jikalau yang lagi bumingnya dunia fotografi banyak kita temukan anak anak remaja maupun dewasa yang memegang kamera ataupun bergaya layaknya fotografer jika mereka belum mampu menghasilkan karya yang fenomenal mereka hanyalah seorang yang ingin mempelajari di dunia fotografi dan berkemungkinan ingin menjadi seorang fotografer, karyanya yang kemrin - kemarin bisa dikatakan bagus, tapi lihat karya karyanya yang sekarang bagaimana, jadi melihat kemampuan orang  jangan melihat karyanya yang kemarin, lihat karyanya yang sekarang, bisa saja yang dulunya karyanya biasa biasa saja sekarang menjadi luar biasa, dan hargailah karya kita sendiri sejelek apapun itu katakanlah di dalam hati dahulu jika tidak percaya diri mengatakannya di depan orang, karena jika bukan kita yang deluan  memuji ataupun menghargai karya kita sendiri siapa lagi??? dan hargai juga karya orang sejelek apapun itu agar karya kita juga dapat diterima orang, bagaimana karya kita mau dihargai orang lain jika karya orang tidak dapat kita hargai, jadi inti dan kunci dari ini semua ''hargailah karya orang jika karya anda ingin di hargai orang'' berkomunikasi dengan gambar juga tidak salah, dan berbagi ilmu dengan sesama , sharing dengan yang seprovesi ataupun luar dari provesi, saling bertanya dan memberi solusi semoga kita semua menjadi fotografer yang hebat dan terkenal amiiiinnn...
semangat belajar, asa senjata melalui karya insyaALLAH kita bisa, jika ada kemauan pasti ada jalannya sesulit apapun rintangan itu, tetapi jika kemamuan itu tidak ada jalan itupun tidak akan ketemu.

fantasy


If I am a professional photographer who have a big salary, I will make a big photo studio and a big photo printing. If I failed to get my dreams for being professional photographer, it doesn’t matter, I will make relationship with my partners. If I can and I have much money. Someday, I will make a wedding organizer by my self or I will ask to my future boy to accompany me doing that.
If I can’t get what I need like I wrote on the top,I will start to do my dreams from the first for getting my dreams open the simple studio photo and it will be the big studio photo.
          I hope, my fantasy is not just my dreams, but it will be reality. amiin

Me and Photography


My name is ovie, I’am 19 years old, I come from medan, and I now I study photography at the instituite of the art Yogyakarta. It begin from a hoby that I started to like within a year, the studies about photography. It come with a little sensation which attract me to keep doing it. During the time I spent with my hoby there is a sense to make it to be my own professional job. Yes I wont to be a female photographer.
By making a picture I become more ambisius in learning more about photography, because I want to be able to create my own master piece. That’s the reason to keep learning more and more to accomplish the goals in my life.
Now adays, the world of photograpy is developing faster within the last decade. A lot of newbie are coming trough, and I also want to appreciate a master piece from a sense trough a picture as to make people feel the some way as I do through my picture.
In all the things that we aghting for, I believe that there will be a sacrifice that we have to pay. In my spirit to learning photography, I would give all of my best to get to the top.